JAKARTA, MAUROZIJLSTRA.COM – Paramitha Rusady, penyanyi dan aktris legendaris Indonesia, membagikan cerita menyentuh tentang perjuangannya saat melahirkan putra tunggalnya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami koma selama beberapa hari akibat komplikasi setelah melahirkan di usia 41 tahun.
Pengakuan tersebut disampaikan Paramitha dalam wawancara di acara YouTube Rumpi Trans TV, di mana ia bercerita secara emosional mengenai pengalaman sulitnya saat menjadi seorang ibu di usia yang tidak lagi muda.
BACA JUGA : dua kecelakaan di tol cipularang dua korban jiwa di lokasi pertama
“Saya waktu itu melahirkan di usia 40-an, ngalami komplikasi,” ujar Paramitha dengan nada lirih. “Sempat koma juga,” tambahnya.
Melahirkan di Usia 41 Tahun
Paramitha melahirkan putra tunggalnya, Adrian Tegar Maharaja Bago, pada tahun 2007. Saat itu, ia sudah berusia 41 tahun, usia yang dianggap cukup berisiko untuk menjalani proses kehamilan dan persalinan.
Menurut Paramitha, usia yang tidak lagi muda menjadi salah satu faktor utama yang membuat proses persalinannya penuh tantangan. Komplikasi yang dialami tidak hanya mengancam kesehatannya, tetapi juga nyawa dirinya dan bayi yang dilahirkan.
“Dokter sudah mengingatkan bahwa risikonya tinggi. Tapi saya tetap optimis dan yakin bisa menjalani semuanya,” kenangnya.
Kondisi Koma Setelah Melahirkan
Paramitha menceritakan bahwa kondisi komplikasi pasca melahirkan membuatnya harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Ia mengalami koma selama beberapa hari setelah persalinan.
“Waktu itu saya tidak sadar apa-apa. Setelah bangun, saya baru tahu bahwa saya sempat koma,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Meski begitu, Paramitha bersyukur bisa melalui masa kritis tersebut dan kembali sehat untuk mendampingi tumbuh kembang putranya. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman itu menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidupnya.
Dukungan Keluarga yang Luar Biasa
Dalam situasi sulit tersebut, Paramitha merasa beruntung memiliki dukungan penuh dari keluarga, terutama sang suami, Nenad Bago. Keluarga menjadi sumber kekuatan baginya untuk bertahan menghadapi masa-masa sulit.
“Saya tidak bisa melewati semuanya tanpa doa dan dukungan dari keluarga. Mereka adalah pilar utama yang membuat saya bisa bangkit,” ungkapnya.
Risiko Melahirkan di Usia 40-an
Kisah Paramitha Rusady ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi wanita yang melahirkan di usia lebih dari 40 tahun. Para ahli medis menjelaskan bahwa kehamilan di usia ini memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti:
- Komplikasi Kehamilan: Seperti preeklamsia, diabetes gestasional, atau tekanan darah tinggi.
- Risiko Melahirkan dengan Operasi Caesar: Wanita yang melahirkan di usia lanjut lebih sering menjalani operasi caesar.
- Pemulihan yang Lebih Lambat: Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah melahirkan.
Namun, dengan perawatan medis yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko-risiko tersebut dapat diminimalkan.
Inspirasi dari Perjalanan Paramitha Rusady
Meski menghadapi banyak tantangan, kisah perjuangan Paramitha Rusady menjadi inspirasi bagi banyak wanita, khususnya mereka yang memilih untuk menjadi ibu di usia matang. Ia menunjukkan bahwa dengan keberanian, dukungan keluarga, dan perawatan medis yang baik, segalanya mungkin untuk dilalui.
“Saya ingin berbagi cerita ini agar para wanita yang mengalami hal serupa tahu bahwa mereka tidak sendirian. Selalu ada jalan keluar jika kita berusaha dan percaya,” pesannya.
Kesimpulan
Pengalaman Paramitha Rusady yang sempat koma setelah melahirkan di usia 40-an menjadi kisah penuh inspirasi bagi banyak orang. Perjuangannya menghadapi komplikasi hingga akhirnya bisa pulih menunjukkan betapa kuatnya cinta seorang ibu untuk anaknya.
Di sisi lain, kisah ini juga menjadi pengingat penting akan tantangan yang dihadapi wanita yang memilih untuk hamil di usia matang. Dengan perawatan medis yang baik dan dukungan keluarga, risiko-risiko tersebut dapat diminimalkan, seperti yang telah dibuktikan oleh Paramitha.
Kisah ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi para wanita yang tengah merencanakan kehamilan di usia matang.







