MAUROZIJLSTRA.COM – Puasa Rajab, salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam, dapat dilaksanakan mulai Kamis (1/1/2025). Hal ini disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag), Adib.
Adib menjelaskan bahwa penetapan 1 Rajab 1446 Hijriah didasarkan pada hasil pemantauan hilal pada 29 Jumadal Akhir 1446 H, yang jatuh pada Rabu (31/12/2024).
“Bulan Rajab dimulai pada Kamis, 1 Januari 2025, sesuai dengan hasil pengamatan hilal yang menunjukkan tinggi hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS,” ujar Adib dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (30/12/2024).
Hasil Pemantauan Hilal: Dasar Penetapan 1 Rajab
Kementerian Agama menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi) untuk menentukan awal bulan Rajab.
Menurut Adib, tinggi hilal pada 29 Jumadal Akhir 1446 H berada di kisaran 4 hingga 5 derajat dengan elongasi 7 sampai 8 derajat. Angka ini telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menetapkan kriteria minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Dengan demikian, 1 Rajab 1446 H ditetapkan jatuh pada 1 Januari 2025 M, memungkinkan umat Islam untuk mulai melaksanakan puasa sunah Rajab pada hari tersebut.
Keutamaan Puasa Rajab
Puasa Rajab merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Rajab, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, termasuk dalam bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Beberapa keutamaan puasa Rajab, antara lain:
- Meningkatkan Amal Ibadah
Puasa di bulan Rajab membantu umat Islam memperbanyak amal ibadah sebelum memasuki bulan Ramadhan. - Menghapus Dosa
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa di bulan Rajab dapat menghapus dosa-dosa kecil. - Melatih Kesabaran
Puasa Rajab melatih umat Islam untuk menahan diri dari hawa nafsu, sebagai persiapan menuju puasa wajib di bulan Ramadhan.
Panduan Niat Puasa Rajab
Bagi yang ingin melaksanakan puasa sunah di bulan Rajab, berikut adalah lafaz niat puasa Rajab:
“Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat berpuasa sunah Rajab karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa dapat dilafalkan sebelum fajar menyingsing atau malam sebelumnya, sesuai dengan kebiasaan dalam berpuasa sunah.
Persiapan Menyambut Bulan Rajab
Bulan Rajab menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Selain puasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti:
- Membaca Al-Qur’an.
- Memperbanyak dzikir dan istighfar.
- Melaksanakan shalat sunah seperti tahajud dan dhuha.
- Memperbanyak sedekah kepada yang membutuhkan.
Adib juga mengingatkan umat Islam untuk menjadikan bulan Rajab sebagai momentum memperbaiki diri sebelum memasuki bulan Sya’ban dan Ramadhan.
“Bulan Rajab adalah gerbang menuju bulan suci Ramadhan. Mari manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Kesimpulan
Bulan Rajab 1446 H dimulai pada 1 Januari 2025, berdasarkan hasil pengamatan hilal oleh Kementerian Agama. Puasa Rajab menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk menyambut bulan Ramadhan. Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, puasa Rajab menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbaiki diri.
Momen ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah, sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.







