maurozijlstra.com, 14 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Jakarta, 2025 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali melakukan reformasi besar dalam sistem evaluasi pendidikan nasional. Salah satu kebijakan strategis yang kini sedang disiapkan adalah penggantian Ujian Nasional (UN) dengan sistem evaluasi baru bernama Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sistem ini akan mulai diterapkan secara bertahap mulai akhir tahun 2025.
Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional dalam kerangka kebijakan Merdeka Belajar, yang bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, adil, dan fokus pada pengembangan kompetensi siswa, bukan sekadar hafalan atau penilaian angka.
Latar Belakang dan Alasan Perubahan
:format(webp)/article/tMAKS0l1v6SCAy5W0Nw1L/original/080094500_1577452504-UN-Mau-Dihapus-Seperti-Apa-Kesehatan-Mental-Anak-ketika-Hadapi-Ujian-by-arie-basuki-merdeka.com.jpg)
Selama dua dekade terakhir, Ujian Nasional menjadi metode evaluasi akhir pendidikan yang digunakan untuk menilai pencapaian hasil belajar siswa di seluruh Indonesia. Namun, sistem UN mendapat banyak kritik karena:
-
Terlalu fokus pada kognitif dan nilai akhir.
-
Menimbulkan tekanan tinggi pada siswa dan guru.
-
Tidak mencerminkan kompetensi menyeluruh siswa.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Kemendikbudristek memutuskan untuk menyusun ulang pendekatan penilaian nasional. TKA hadir sebagai jawaban untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, serta literasi numerasi dan bahasa secara menyeluruh dan berimbang.
Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

TKA adalah bentuk asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa berdasarkan kelompok mata pelajaran inti dan pilihan, yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Tidak seperti UN, TKA tidak wajib diikuti oleh semua siswa. Siswa dapat memilih untuk ikut serta apabila ingin memperoleh nilai tambahan sebagai bahan pertimbangan dalam:
-
Seleksi penerimaan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMP/SMA/PTN).
-
Jalur prestasi akademik.
-
Penilaian kompetensi individual.
Jadwal Pelaksanaan TKA

Kemendikbudristek telah mengumumkan bahwa pelaksanaan TKA akan dimulai secara bertahap:
-
November 2025:
Pelaksanaan TKA untuk siswa jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA). -
Februari 2026:
Pelaksanaan TKA untuk siswa jenjang SMP dan SD.
Penjadwalan yang berbeda ini dimaksudkan agar proses implementasi dapat dilakukan dengan matang dan terkoordinasi, mengingat kompleksitas dan jumlah peserta didik yang besar di seluruh Indonesia.
Struktur Mata Pelajaran TKA

TKA dirancang lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kurikulum sekolah. Setiap siswa akan mengikuti ujian berdasarkan kombinasi mata pelajaran inti dan pilihan.
Jenjang SMA/SMK/MA:
-
Bahasa Indonesia
-
Bahasa Inggris
-
Matematika
-
Dua mata pelajaran pilihan (berdasarkan jurusan/minat)
Contoh mata pelajaran pilihan:
-
Fisika
-
Kimia
-
Biologi
-
Ekonomi
-
Geografi
-
Sosiologi
-
Informatika
Jenjang SMP dan SD:
-
Bahasa Indonesia
-
Matematika
-
Dua mata pelajaran pilihan (misalnya IPA, IPS, PPKn)
Mata pelajaran pilihan akan dipilih berdasarkan kurikulum satuan pendidikan, dan difasilitasi oleh sekolah dan dinas pendidikan daerah.
Manfaat dan Fungsi TKA

-
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Perguruan Tinggi:
-
Nilai TKA dapat digunakan sebagai indikator akademik tambahan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
-
-
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Prestasi:
-
Nilai TKA bisa menjadi pertimbangan utama untuk masuk SMP/SMA favorit melalui jalur prestasi non-zonasi.
-
-
Pemetaan Kompetensi Siswa Nasional:
-
Pemerintah dapat menggunakan hasil TKA untuk menilai kualitas pendidikan secara lebih menyeluruh dan menyusun kebijakan pendidikan yang berbasis data.
-
-
Pengembangan Profil Akademik Siswa:
-
TKA memberikan gambaran kemampuan dan potensi siswa, bukan sekadar hasil akhir. Laporan hasil TKA akan memuat deskripsi capaian dalam tiap kompetensi.
-
Apakah TKA Wajib Diikuti?
Tidak. TKA bersifat sukarela, dan siswa tidak diwajibkan mengikuti jika tidak memerlukan hasil nilai tambahan. Namun, bagi siswa yang ingin mengikuti jalur prestasi, seleksi perguruan tinggi, atau sekolah unggulan, dianjurkan mengikuti TKA sebagai bukti kompetensi akademik mereka.
Hal ini berbeda dari Ujian Nasional yang dulu menjadi syarat kelulusan. Kini, kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah, dengan mempertimbangkan seluruh aspek pembelajaran.
Bagaimana Format dan Bentuk Soal TKA?

Meskipun detail teknis belum diumumkan secara resmi, berikut ini beberapa ciri utama TKA yang sudah disampaikan oleh Kemendikbudristek:
-
Berbasis komputer (Computer-Based Test / CBT)
Pelaksanaan akan dilakukan secara daring atau semi-daring dengan sistem adaptif. -
Berorientasi pada kompetensi berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills / HOTS)
Soal dirancang untuk menilai analisis, sintesis, dan pemecahan masalah. -
Dilakukan dalam beberapa sesi
Menghindari tekanan dan kelelahan, tes akan disusun dalam durasi wajar dengan jeda. -
Hasil disampaikan dalam bentuk profil capaian
Bukan sekadar nilai angka, melainkan indikator kompetensi.
Pengumuman Regulasi Resmi
Kemendikbudristek akan mengumumkan regulasi resmi, juknis, dan jadwal lengkap pelaksanaan TKA setelah Hari Raya Idul Fitri 2025. Pengumuman ini akan mencakup:
-
Panduan teknis pelaksanaan
-
Tata cara pendaftaran
-
Bentuk dan contoh soal
-
Mekanisme pemilihan mata pelajaran
-
Sistem penilaian
Semua informasi akan tersedia di situs resmi Kemendikbudristek serta akan disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan di tiap provinsi dan kabupaten/kota.
Kesimpulan
Transformasi Ujian Nasional menjadi Tes Kemampuan Akademik merupakan langkah besar menuju sistem evaluasi pendidikan yang lebih manusiawi, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan berbasis mata pelajaran dan kompetensi, TKA diharapkan bisa mengurangi tekanan ujian serta memberikan gambaran yang lebih objektif terhadap kemampuan siswa.
Bagi siswa dan orang tua, TKA juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan potensi akademik secara lebih utuh, terutama dalam bidang yang mereka kuasai. Lebih dari sekadar angka, TKA akan menjadi alat bantu bagi siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan kesiapan dan kepercayaan diri yang lebih baik.
BACA JUGA: Kunjungan mendadak Prabowo ke Akademi Militer Mesir Bersama Presiden Abdel Fattah El-Sisi





