maurozijlstra.com – Ancaman ekonomi sedang mengintai Indonesia akibat inflasi rendah yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun stabilitas harga sering dianggap sebagai sinyal positif, para pengamat ekonomi menilai kondisi ini justru menjadi tanda bahaya bagi daya beli masyarakat dan pertumbuhan industri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan terendah dalam sejarah Indonesia pada tahun 2024, yaitu hanya 1,57 persen year-on-year (YoY). Selain itu, Indonesia mengalami deflasi beruntun selama lima bulan dari Mei hingga September 2024.
Pada Januari 2025, Indonesia kembali mencatat deflasi sebesar 0,76 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 106,80 di Desember 2024 menjadi 105,99 di Januari 2025. Tarif listrik menjadi faktor dominan penyebab deflasi, dengan andil sebesar 1,47 persen.
Namun, mengapa inflasi rendah justru menjadi ancaman ekonomi bagi Indonesia?
Mengapa Inflasi Rendah Bisa Menjadi Ancaman Ekonomi?
Menurut Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, Andry Satrio Nugroho, fenomena inflasi rendah di Indonesia bukanlah kabar baik. Sebaliknya, kondisi ini merupakan sinyal dari dua masalah besar:
- Pelemahan daya beli masyarakat – Daya beli masyarakat menurun akibat ketidakstabilan ekonomi, menyebabkan konsumsi rumah tangga juga ikut melemah.
- Pelemahan sektor industri – Sejak 2022, pertumbuhan industri manufaktur terus mengalami perlambatan, yang berdampak pada peningkatan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Ini sudah ancaman ekonomi menurut saya. Industri manufaktur terus tumbuh rendah secara konsisten tiap tahun. Mulai dari 2022, 2023, hingga 2024, kita lihat pertumbuhannya terus menurun,” ujar Andry.
Karena jumlah barang dan jasa yang ditawarkan lebih tinggi dari permintaan, hal ini menciptakan deflasi berkepanjangan yang berisiko memperburuk kondisi ekonomi nasional.
Dampak Inflasi Rendah terhadap Perekonomian Indonesia
Simak Juga : Trending Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp 8.170, Google Eror?
Jika inflasi rendah terus berlanjut tanpa intervensi yang tepat, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor:
1. Meningkatnya Pengangguran akibat PHK Massal
- Industri yang kesulitan bertahan akan melakukan PHK untuk mengurangi beban biaya operasional.
- Daya beli masyarakat semakin melemah akibat berkurangnya pendapatan rumah tangga.
2. Pertumbuhan Ekonomi Terhambat
- Konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi.
- Jika kondisi ini terus berlanjut, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen akan sulit tercapai.
3. Deflasi Berkepanjangan dan Krisis Industri
- Harga barang dan jasa terus turun, menyebabkan produsen mengalami kerugian besar.
- Jika deflasi berlangsung lama, semakin banyak perusahaan yang akan mengalami kebangkrutan.
Tanpa langkah cepat dan konkret, perekonomian Indonesia bisa memasuki fase stagnasi ekonomi yang berkepanjangan.
Simak Juga : 10 Contoh Usaha Yang Sangat Orang Minati
Strategi Mengatasi Ancaman Ekonomi akibat Inflasi Rendah
Menurut Andry Satrio Nugroho, Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langkah strategis untuk membalikkan kondisi ekonomi. Beberapa solusi yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Pertumbuhan Industri
- Pemerintah perlu menetapkan target pertumbuhan industri yang lebih tinggi kepada kementerian terkait.
- Mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekspor dan memperluas lapangan kerja.
2. Menambah Insentif untuk Daya Beli Masyarakat
- Meniru kebijakan Vietnam dengan menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) agar harga barang lebih terjangkau.
- Mengadopsi kebijakan India dengan menurunkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan tarif Pajak Penghasilan (PPh) karyawan agar masyarakat memiliki lebih banyak pendapatan yang dapat dibelanjakan.
“Untuk mendorong konsumsi kelas menengah, pemerintah harus memberikan stimulus. Ketika daya beli meningkat, permintaan naik, inflasi pun akan kembali stabil,” kata Nailul Huda, Direktur Ekonomi Celios.
Kesimpulan: Apakah Indonesia Siap Menghadapi Ancaman Ekonomi?
Ancaman ekonomi akibat inflasi rendah bukan sekadar isu statistik, tetapi merupakan sinyal serius bahwa daya beli masyarakat dan stabilitas industri sedang terancam.
- Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berdampak pada PHK massal, deflasi berkepanjangan, dan stagnasi ekonomi.
- Pemerintah perlu segera menginjeksi insentif pajak dan mendorong pertumbuhan industri untuk meningkatkan permintaan domestik.
- Tanpa langkah konkret dan strategis, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen akan sulit tercapai.
Bagaimana menurut Anda? Apakah kebijakan yang ada sudah cukup untuk mengatasi ancaman ekonomi ini? Atau adakah langkah lain yang seharusnya diambil?
Tulis pendapat Anda di kolom komentar
Simak Juga : 10 Contoh Usaha Yang Sangat Orang Minati







