maurozijlstra.com, 19 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pemerintah Indonesia sedang menjalankan program besar di sektor pendidikan dengan membangun apa yang dinamakan Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu visi prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan akses pendidikan yang adil dan merata, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan secara sosial ekonomi.
Meskipun program ini baru dimulai, antusiasme dari berbagai pihak, baik pusat maupun daerah, cukup tinggi. Namun, di balik ambisi besar tersebut, tantangan juga tidak sedikit. Dari target pembangunan 200 sekolah rakyat pada tahun 2025, baru 53 lokasi yang dinyatakan siap. Artinya, pemerintah masih harus bekerja keras untuk menyiapkan 147 sekolah lagi dalam waktu yang cukup singkat.
Apa Itu Sekolah Rakyat?
![]()
Sekolah Rakyat adalah model sekolah inklusif dan terintegrasi yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) — yaitu kelompok dengan tingkat kemiskinan paling rendah dalam masyarakat.
Namun lebih dari sekadar sekolah gratis, Sekolah Rakyat mengusung konsep “pendidikan holistik”, yang artinya pendidikan tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tapi juga dari aspek kesejahteraan siswa: kesehatan, gizi, tempat tinggal yang layak, keamanan psikologis, serta pembentukan karakter.
Latar Belakang dan Urgensi Program

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS), masih banyak anak-anak Indonesia yang putus sekolah atau tidak mendapat pendidikan yang layak karena keterbatasan ekonomi. Banyak di antara mereka tinggal di daerah terpencil atau kawasan miskin kota yang tidak memiliki infrastruktur pendidikan yang memadai.
Masalah-masalah tersebut menyebabkan kesenjangan pendidikan yang tajam antarwilayah dan kelompok sosial. Jika dibiarkan, ketimpangan ini bisa memperparah siklus kemiskinan dan memperlebar jurang sosial di masa depan.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memutus rantai kemiskinan tersebut, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak kurang mampu untuk mengejar cita-cita mereka.
Target dan Progres: 200 Sekolah, Baru 53 yang Siap

Menurut Menteri Sosial dan juru bicara pemerintah dalam program ini, target pembangunan Sekolah Rakyat untuk tahun 2025 adalah sebanyak 200 sekolah di seluruh Indonesia. Namun hingga awal tahun ini, baru 53 lokasi yang benar-benar siap dari segi infrastruktur dan kelengkapan fasilitas.
Dari ratusan usulan yang masuk dari pemerintah daerah, sebanyak 200 lebih titik lokasi telah dikaji. Namun setelah diverifikasi, hanya 45 gedung yang dinyatakan siap digunakan segera. Sisanya — sekitar 160 titik — masih berupa lahan kosong atau aset milik pemerintah yang perlu direvitalisasi dan direnovasi total.
Ini berarti, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk membangun atau mempersiapkan 147sekolah rakyat lagi agar target tahun ini bisa tercapai.
Fasilitas dan Standar Infrastruktur Sekolah Rakyat
![]()
Berbeda dari sekolah-sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat didesain sebagai kompleks pendidikan terpadu. Dalam satu kawasan, akan tersedia:
-
Ruang kelas modern dan nyaman
-
Asrama bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah
-
Tempat ibadah multiagama
-
Kantin dengan menu bergizi seimbang
-
Ruang belajar terbuka dan taman bermain
-
Sarana olahraga dan ruang kesenian
-
Perpustakaan dan laboratorium
-
Ruang konseling psikologis dan pengembangan karakter
Standar fasilitas ini disusun untuk memberikan pengalaman pendidikan yang lengkap, termasuk bagi siswa yang mungkin tidak mendapatkan perhatian cukup di rumah karena kondisi ekonomi atau sosial.
Kurikulum yang Kontekstual dan Ramah Anak
![]()
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang agar tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik, tetapi juga pada:
-
Penguatan karakter dan moral
-
Kecakapan hidup (life skills)
-
Kebudayaan lokal dan kearifan setempat
-
Pelatihan vokasi dan kewirausahaan
Hal ini penting karena sebagian besar siswa Sekolah Rakyat mungkin tidak memiliki akses ke pendidikan tinggi setelah lulus. Dengan pendidikan vokasi sejak dini, mereka diharapkan bisa mandiri secara ekonomi setelah lulus.
Seleksi Siswa: Berbasis Data Kemiskinan Nasional
![]()
Salah satu keunggulan dari Sekolah Rakyat adalah proses seleksinya yang berbasis data, bukan seleksi nilai seperti di sekolah unggulan. Prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang tercatat dalam Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan pendekatan ini, program ini benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan.
Anggaran: Rp 100 Miliar per Sekolah
Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk setiap unit Sekolah Rakyat, yakni sekitar Rp 100 miliar per sekolah. Dana ini digunakan untuk:
-
Pembangunan fisik dan renovasi bangunan
-
Pengadaan fasilitas pendidikan dan asrama
-
Gaji guru dan staf pendukung
-
Operasional dan pengelolaan harian
-
Program penguatan gizi dan kesejahteraan siswa
Dana tersebut dikelola secara akuntabel oleh Kementerian Sosial dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat dan lembaga audit.
Dampak Sosial dan Harapan Jangka Panjang
Sekolah Rakyat diharapkan dapat:
-
Mengurangi angka putus sekolah di kalangan anak-anak miskin
-
Meningkatkan mobilitas sosial keluarga miskin melalui pendidikan
-
Membangun SDM unggul dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
-
Mengurangi kesenjangan antarwilayah
-
Meningkatkan kepercayaan diri dan nilai diri siswa
Lebih jauh, program ini dianggap sebagai investasi strategis dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045, di mana bonus demografi akan mencapai puncaknya.
Tantangan yang Dihadapi
Meski niatnya baik dan dukungan anggaran besar, pemerintah tetap menghadapi sejumlah tantangan seperti:
-
Ketersediaan dan legalitas lahan
-
Kurangnya tenaga pengajar berkualitas di daerah terpencil
-
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga
-
Proses birokrasi yang lambat di beberapa daerah
-
Pengawasan terhadap kualitas pendidikan dan asrama
Namun pemerintah memastikan bahwa program ini akan terus diawasi dan dievaluasi secara berkala untuk menjamin keberlanjutannya.
Kesimpulan
Program Sekolah Rakyat adalah tonggak penting dalam sejarah pendidikan Indonesia. Ia bukan hanya menjawab ketimpangan akses pendidikan, tetapi juga menjadi simbol bahwa negara hadir untuk melindungi dan memberdayakan kelompok paling lemah.
Meski baru 53 sekolah yang siap, dan masih ada 147 yang harus dibangun, tekad pemerintah jelas: tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kemiskinan. Dengan dukungan semua pihak, Sekolah Rakyat berpeluang besar menjadi gerakan nasional menuju pendidikan yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat.
BACA JUGA: Trump Bertemu Delegasi Jepang, Bahas Tarif Impor AS





