JAKARTA, MAUROZIJLSTRA.COM – Seorang petugas kebersihan di Perumahan Gading Kirana, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, mengungkapkan keluhannya terkait banyaknya kotoran kucing liar yang harus ia bersihkan setiap hari. Masalah ini dinilai semakin mengganggu karena terjadi di hampir seluruh blok ruko di kawasan tersebut.
Petugas kebersihan bernama Ayu menuturkan, ia setiap hari harus membersihkan kotoran kucing yang ditemukan di sepanjang blok A, B, C, hingga D. Kondisi ini tidak hanya mencemari area sekitar ruko, tetapi juga menjalar hingga ke kompleks perumahan.
“Cuma ingin menyampaikan saja, masalah kotoran kucing ini kan di mana-mana, dan saya setiap hari membersihkan dari ruko blok A, B, C, dan D,” ujar Ayu kepada Kompas.com, saat ditemui di lokasi pada Rabu (8/1/2025).
Kondisi Lingkungan yang Tercemar
Menurut Ayu, keberadaan kotoran kucing liar ini tidak hanya membuat area perumahan terlihat kotor, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga dan pengunjung.
“Kadang, tumpukannya sampai berhari-hari kalau ada area yang terlewat. Bau menyengatnya itu bikin enggak nyaman, apalagi kalau warga mau keluar masuk kompleks,” imbuhnya.
Selain di area ruko, Ayu menyebutkan bahwa kotoran kucing juga sering ditemukan di depan rumah-rumah warga, taman kecil di dalam perumahan, hingga di lorong-lorong yang jarang dilalui.
Respons Warga dan Pengelola
Salah seorang warga, Dewi Suryani (38), juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap masalah ini. Ia menilai keberadaan kucing liar yang tidak terkendali di perumahan Gading Kirana menjadi salah satu penyebab utama.
“Sebenarnya kasihan juga sama kucing-kucing itu, mereka enggak ada tempat tinggal. Tapi ya ini juga mengganggu, apalagi buat yang rumahnya dekat taman atau blok ruko,” kata Dewi.
Pengelola perumahan, melalui seorang staf bernama Riko Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah keluhan dari warga mengenai masalah ini. Riko menjelaskan bahwa pengelola tengah mencari solusi yang tepat, termasuk opsi bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan untuk melakukan penanganan kucing liar.
“Kami berencana menghubungi komunitas pecinta kucing untuk membantu sterilisasi dan relokasi kucing liar. Ini langkah yang lebih manusiawi dibandingkan sekadar mengusirnya,” ujar Riko.
Solusi yang Ditawarkan
Pihak pengelola juga mempertimbangkan untuk menyediakan kotak pasir umum di beberapa titik sebagai tempat khusus bagi kucing liar untuk buang kotoran. Selain itu, mereka berencana memasang papan peringatan agar warga tidak sembarangan memberikan makanan kepada kucing liar di area publik.
“Kalau warga mau memberi makan kucing, kami harap ada tempat khusus, jangan di jalan atau taman, karena itu membuat kucing terus datang ke area tersebut,” tambah Riko.
Ayu berharap, langkah-langkah yang direncanakan oleh pengelola dapat segera direalisasikan. Ia menegaskan bahwa masalah ini perlu mendapat perhatian serius demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan perumahan.
“Semoga nanti ada solusi, biar kita semua, termasuk kucing-kucing itu, sama-sama enggak dirugikan,” pungkas Ayu.
Masalah Kebersihan di Kota Besar
Kasus seperti ini mencerminkan salah satu tantangan lingkungan yang kerap dihadapi di kawasan urban, terutama di area dengan tingkat populasi kucing liar yang tinggi. Penanganan yang efektif membutuhkan kerja sama antara warga, pengelola, dan pihak terkait agar menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan terhadap hewan.
#KebersihanLingkungan #KucingLiar #KelapaGading #MasalahUrban #PerumahanBersih







